Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Oleh : Kang Ichay
Dini hari yang begitu dingin dan teramat sunyi,
Allah menawarkan kepada kita perihal kemuliaan, keutamaan dan kepandaian.
Mengapa Allah menawarkan perihal itu semua kepada kita?
Benar-benar suatu kehormatan dimana kita ditawari langsung oleh Allah.
Allah juga lah yang membangunkan kita…
Tentunya ini sesuatu banget, dimana Allah setiap malam menghampiri kita.
Begitu istimewanya kita dimata Allah.
Dulu kita membuat kesepakatan dengan Allah, bahwa kita sanggup menyerahkan diri dan harta kita selama di dunia kepada Allah, ditukar dengan Syurga.
Diri dan harta kita harus diserahkan kepada urusan ibadah kepada Allah, bukan untuk urusan yang melenakan dan melupakan Allah.
Sementara dunia adalah mesin simulasi untuk menguji keteguhan hati atas kesepakatan yang telah kita buat, namun demikian Allah menjamin akomodasi selama kita hidup di dunia dengan sangat cukup.
Selain Harta, Tahta dan Syahwat sebagai cobaan, iblis pun mengambil peran sebagai penggoda, pun demikian Allah membekali kita dengan berbagai macam fasilitas.
Dapat dibayangkan secinta apa Allah kepada kita?
Sesayang apa Allah kepada kita?
Perhatianpun begitu berlimpah…
Selepas itu, lagi-lagi Allah menawarkan keberlimpahan yang teramat sangat, lebih berlimpah dari bumi dan seisinya.
Kasih sayang Allah kepada kita tidaklah main-main.
Kemudian Allah meminta sedekah kita agar kita mengawali hari dengan pengampunan dosa, perlindungan dan berkah.
Begitu cinta nya Allah kepada kita, sehingga waktu malam pun selalu menemani, lalu disiapkan pula segala perbekalan kita untuk menghadapi siang hari agar lancar.
Selanjutnya seluruh malaikat memohon kepada Allah atas ampunan bagi kita yang telah berdzikir ba’da subuh.
Sementara jika malaikat sudah memohon kebaikan kepada Allah, apa yang tidak akan dikabulkan oleh Allah?
Kemudian kita membuat sedikit perbekalan akhirat dengan tadzarus yang di tutup oleh Sholat meminta pengampunan dosa pada waktu dhuha.
Lengkap sudah persiapan kita untuk menjalani siang hari yang penuh dengan keberkahan.
Bagaikan seorang anak yang dipersiapkan segala sesuatunya oleh ibunya dengan penuh cinta dan kasih sayang untuk pergi ke sekolah. Pakaian rapih, bekel makan dan minum nya, sudah dimandikan, sudah diberi makan pula untuk tenaga agar bisa mengawali aktifitas hari ini dengan aman dan lancar.
Namun kebodohanku tiada tara…
Astaghfirullahal’adzim…
Maka pantas saja hidupku diliputi berbagai macam permasalahan, karena jalan untuk mempermudahnya saja tidak ditempuh.
Padahal Allah sudah menyiapkannya untuk kita
Malas kah?
Atau tidak tahu diri kah?
Aku melangkah bersama Mu, kemanapun langkah ku adalah bersama Mu.
Selalu dan selalu kusebut nama Mu dalam setiap aktifitas yang akan kulakukan,
Namun bibirku saja yang selalu menyebut nama Mu, sementara hatiku?
Sedang kemanakah gerangan hatiku?
Sementara kalimat basmalah sudah sedemikian refleknya terucap.
Ada apakah gerangan dengan hatiku?
Hatiku benar-benar bermasalah…
Parah…
Sangat lah parah…
Bahkan teramat parah…
Saking refleknya mengucapkan kalimat basmalah
Sampai-sampai dalam segala macam aktifitas pun membaca basmalah terlebih dahulu.
Bagus kah?
Tentu saja itu merupakan tidakan yang sangat ceroboh…
Tidak semua aktifitas yang menurut kita baik adalah baik juga menurut Allah.
Tidak setiap aktifitas yang kita sukai, disukai juga oleh Allah.
Pantaskah saat kita hendak berzinah membaca basmalah?
Etiskah saat kita akan bermaksiyat kepada Allah membaca basmalah?
Layak kah saat kita berharap kepada manusia membaca basmalah terlebih dahulu?
Beradabkah saat kita akan berbohong atau beralasan membaca basmalah terlebih dahulu agar tidak ketahuan?
Kemanakah gerangan hatiku?
Dimanakah harus kucari hatiku?
Astaghfirullahal’azdzim…
Ampuni aku ya Allah…
Pertemukan kembali aku dengan hatiku.
Tatkala matahari mulai tergelincir
Saatnya aku mencari hatiku dalam sholat
Moment yang sangat strategis untuk mandi di pertengahan hari sebelum diri terlanjur kotor yang tidak kepalang.
Moment mensucikan hati, pikiran dan lisan pun tiba.
Disini begitu terasa sekali,
betapa sholat bukanlah beban,
melainkan fasilitas yang sengaja disediakan oleh Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang agar kita bisa merefresh hati, pikiran dan ucapan yang sudah mulai error oleh urusan dunia yang melenakan.
Apa yang terjadi?
Jangankan hati, pikiran pun entah kemana.
Tinggal lah formalitas jasad yang di cover oleh bacaan yang sering kali tidak sadar, tentang apa yang telah kita baca pada saat Sholat kita tadi
Akan bersihkah diri kita?
Ditemukan kah hati kita yang hilang?
Entahlah…
Sholat tidak khusyu pun tanpa penyesalan sadikitpun.
Astaghfirullah…
Benar-benar hamba yang tidak tahu diri!
Bagaimana tidak, bisa mengukir prestasi tapi tidak juga bisa menemukan hati.
Bisa padai dalam suatu hal tapi tidak pernah mau berusaha untuk bisa khusyu dalam sholat.
Dalam setiap aktifitas selalu saja di sebut nama Nya
Namun tetap saja, sang hati hanya merindukan lawan jenis.
Allah lah yang senantiasa setia membimbing kita sepanjang hari, tapi kita hanya merasa tentram oleh uang.
Kita begitu berambisi untuk menduduki tempat terhormat dimata rekan-rekan dan kolega serta masyarakat,
Tapi kita tidak pernah ingin dipandang mulia oleh Allah
Padahal kita sudah di tunjukkan jalan kemuliaan
Tanpa harus saling berebut
Tanpa harus saling sikut
Lalu…
Bi ismi Allah nya dimana?
Kita membaca basmalah saat pergi mencari rezeki
Kita mempersilahkan campurtangan Allah untuk urusan rezeki
Kita semua mafum bahwa takaran rezeki adalah urusan Allah dimana Allah Maha Mengetahui yang senantiasa mencukupi setiap kebutuhan hamba Nya.
Tapi kita masih saja iri kepada rezeki yang di dapat oleh orang lain
Allah yang sejak kita berangkat menyertai kita, sudah kita anggap apa?
Lebih keji nya lagi, pemberian Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui dianggap kurang!
Kita membaca basmalah saat berangkat kerja
Namun kita mencuri di tempat kerja.
Kita membaca basmalah saat menjemput rezeki
Namun kita enggan mengeluarkan zakat, infak dan shodaqoh sekalipun.
Kita membaca basmalah saat hendak makan, makan dengan tangan kanan, sambil duduk pula.
Namun kita tidak ingat untuk berbagi dengan tetangga dan orang-orang yang membutuhkan.
Dengan jurus alibi bahwa kita pun sedang butuh.
Kita membaca basmalah saat akan bedagang
Namun kita curang dalam timbangan.
Kita membaca basmalah saat hendak bersilaturahim.
Namun hati kita dibiarkan iri dan dengki.
Lalu…
Bi ismi Allah nya dimana?
Kita membaca basmalah ketika diberi Amanah
Tapi kita tidak pernah menggunakan syariat Allah.
Kita membaca basmalah saat memimpin
Tapi kita tidak menggunakan petunjuk Allah.
Kita membaca basmalah saat kita menyampaikan ilmu
Tapi kita tidak ikhlas.
Kita membaca basmalah saat kita memberi
Tapi kita tidak tulus.
Lalu…
Bi ismi Allah nya dimana?
Kita senantiasa menyertakan nama Allah ke dalam seluruh sendi kehidupan kita,
Namun kita tidak pernah merasa diperhatikan oleh Allah.
Kita lebih khawatir jika orang-orang berpaling dari kita
Tapi kita tidak pernah peduli jika Allah yang berpaling dari kita, padahal kita tidak pernah lupa membaca basmalah.
Wahai istri-istri yang menuntut perhatian suami
Wahai suami-suami yang menuntut perhatian istri
Sudahkah kita merasakan betapa Allah sangat perhatian kepada kita?
Jika saja kita sudah pernah merasakan betapa perhatianya Allah kepada kita, niscaya kita tidak akan berharap kepada makhluk
Berharap besar kepada perhatian manusia, sama saja dengan berharap kepada kepedihan.
Semua perhatian Allah itu hanya bisa kita rasakan jika saja cara pandang kita positif dan jika saja kita pandai bersyukur.
Hawai istri-istri penuntut cinta suami
Wahai suami-suami penuntut cinta istri
Sudah secinta apa kita kepada Allah?
Jika saja sudah pernah kita rasakan betapa besar cinta Allah kepada kita, niscaya kita tidak akan pernah lagi berharap cinta kepada siapapun.
Itu semua bisa kita rasakan jika saja cara pandang kita positif dan jika saja kita pandai bersyukur.
Lihat lah, apa yang sudah Allah lakukan di siang hari untuk kita?
Allah menumbuhkan tanaman untuk kita
Tapi kita lebih tertarik kepada tipu daya musuh-musuh Allah.
Allah menyuburkan ternak hingga berkembang biak
Tapi kita lebih memilih langkah-langkah syaitan.
Dengan dalih agar bisa cepat kaya.
Allah sudah mengatur segala sesuatunya dengan ukuran yang serapih-rapihnya untuk kita.
Namun kita begitu rakus hingga merusak muka bumi tanpa memperhitungkan keseimbanga alam.
Lalu…
Bi ismi Allah nya dimana ?
Saat mulut mengucap basmalah
Hati masih saja terpaut iri dan dengki.
Saat mulut mengucap basmalah
Pikiran masih saja terperangkap ego, gengsi dan angkuh.
Saat mulut mengucap basmalah
Sikap masih saja terpenjara hawa nafsu.
Kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim” tidak menjadi pembentuk karakter positif pada diri, semuanya hanya sebatas formalitas saja, tanpa penghayatan dan tanpa penjiwaan.
Kurang apa Allah kepada kita?
Hingga Allah berfirman dalam surat Ar-Rahman
Dapat dibayangkan kecewanya Allah terhadap ketidakpekaan kita,
Betapa Allah sangatlah cemburu atas perlakuan kita kepada Allah,
Kecemburuan Allah bukan tidak beralasan.
Jika Allah sudah cemburu, lantas siapa yang bisa menolong kita diakhirat?
Tidak terbayang bagaimanakah luapan kecemburuan Allah di akhirat kelak?
Kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim”
Adalah kalimat ikatan cinta,
Kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim”
Adalah pernyataan bahwa kita selalu bersama Allah.
Kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim”
Adalah bukti bahwa kita selalu mengajak Allah dan Allah selalu ikut kemanapun kita pergi.
Kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim”
Adalah kalimat yang begitu romantis yang Allah ajarkan kepada kita.
Namun…
Berpalingnya hati kita dari Allah, menandakan bahwa kesepakatan sudah dilanggar oleh hati yang tidak peka, oleh hati yang tidak respon lagi, oleh hati yang begitu kering, oleh hati yang telah berkhianat.
Dan tentunya…
Kesepakatan akan dinyatakan “BATAL”
Hak kita atas syurga pun sudah pasti akan dicabut kembali!
Hanya karena…
CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN.
[PELANGI DI UFUK SELATAN 3; Menggenggam Bara Api – Bagian ke 2; Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Oleh : Irsan Sanusi]
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SPMB SMAN 1 Cianjur
(26/05/2025) Sistem Penerimaan Murid Baru tahun 2025 akan segera dibuka. Tahap 1 : 10 - 16 Juni 2025 Tahap 2 : 24 Juni - 1 Juli 2025 (khusus jalur prestasi)
In House Training (IHT) & Program Pengimbasan Sekolah Penggerak 2024
In House Training atau IHT adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap memulai tahun ajaran baru. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Pendidik karena sebag
Informasi Pra MPLS Peserta Didik Baru 2024
PENGUMUMAN Informasi Pra-MPLS Hari : Jumat,12 Juli 2024Waktu : Jam 06.30 WIB - Selesai Tempat : Kampus SMAN 1 Cianjur Masjid Al-Ma'wa bawah dan Lapangan Utama Catatan: Pakaian sera
Hasil Seleksi PPDB Tahap-2
Pengumuman hasil seleksi PPDB Tahap-2 dibuka hari ini Jumat, 5 Juli 2024 mulai jam 11:01 WIB. Hasil seleksi dapat di klik pada tautan berikut: https://ppdb.sman1cianjur.sch.id/ Peri
PENGUMUMAN Jadwal Uji Kompetensi PPDB Tahap-2
PENGUMUMAN Kepada seluruh pendaftar jalur kejuaraan, dimohon untuk hadir pada Uji Kompetensi yang akan dilaksanakan pada: Hari : Selasa, 2 Juli 2024 Waktu : Mulai jam 07:00 WIB sampa
RALAT - SMAN 1 Cianjur Melaksanakan Uji Kompetensi pada PPDB Tahap-2
RALAT PENGUMUMAN Uji Kompetensi akan diadakan pada hari Selasa, 2 Juli 2024 bertempat di kampus SMAN 1 Cianjur.
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) 2023
Alhamdulillah, terimakasih kepada Bapak Cece Sutia, M.Pd dan Bapak Dr. Budi Setiadi, M.Pd selaku Tim Penilai Penilaian Kinerja Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Cianjur Tahun 2023 dilaksan
Penilaian Sumatif Akhir Semester 04-08 Desember & 11 Desember 2023
Halo smansa peopleTidak Terasa kita berada dipenghujung semester, sudah siap belum? tentunya pelaksanaan PSAS ini menjadi salah satu cara untuk mengukur kemampuan peserta didik secara a
