Malaikat Dirundung Pilu
Oleh : Kang Ichay
Bagaimana kita membayangkan sakitnya datang bulan?
Bagaimana kita merasakan mual dan perut serasa melilit disertai muntah-muntah selama empat bulan?
Bagaimana kita membayangkan menggendong tas seberat tiga sampai lima kilogram selama berbulan-bulan tanpa dilepaskan barang sebentarpun?
Bagaimana jika kita bawanya di depan?
Bagaimana posisi tidurnya?
Bagaimana beraktifitas dengan keadaan seperti itu?
Pernahkan kita bayangkan?
Pernahkan kita perhatikan?
Pernahkan kita rasakan?
Pernahkan kita pikirkan?
Pernahkan kita renungkan?
Menjelang melahirkan bukanlah hal yang sederhana
Kebanyakan tahunya saat melahirkan
Betul memang sampai berdarah darah
Sampai pertaruhan nyawa
Namun ada hal yang dilewatkan
Sebulan sebelum melahirkan harus melakukan persiapan
Agar bisa menjalani proses bersalin dengan aman, lancar, selamat dan sehat serta cepat
Setiap hari harus merangkak
Setiap hari harus berjalan
Badan gerah terus, berkeringat terus
Sering buang air kecil
Seminggu sebelumnya mengalami kontraksi palsu
Bagaimana sakitnya mengalami kontraksi?
Dua hari sebelumnya terjadi kontraksi yang berulang dan terus menerus
Dari frekuensinya jarang sampai sering
Sampai detik-detik melahirkan
Kelahiran si mungil memang begitu membahagiakan
Kelahiran kita disambut gembira penuh haru
Dirawatnya baik baik
Dijaga dari segala macam gangguan
Gangguan nyamuk sekalipun
Sampai bergadang
Selalu sigap setiap saat, kapanpun kita lapar
Dijaga dari suhu dan angin
Semakin hari semakin besar
Semakin bertambah usia semakin banyak kebutuhan
Bahkan demi kebutuhan kita, mereka hidup dari sisa penghasilan
Pakaian, kesehatan, sekolah, hobi, dan lain sebagainya
Apakah mereka meminta balasan dari kita?
Apapah mereka meminta upah dari kita?
Apakah mereka menagih jerih payah kepada kita?
Apakah mereka menuntut pengembalian dari kita?
Tentang keringatnya
Tentang darahnya
Tentang tenaganya
Tentang waktunya
Tentang pikirannya
Tentang kasihnya
Tentang sayangnya
Tentang cintanya
Tentang ketulusannya
Tentang perasaannya
Tentang kecemasannya
Tentang perlindungannya
Tentang kesehatannya
Tentang hartanya
Kurang apalagi?
Tapi mereka sama sekali tidak meminta apapun dari kita
Lalu apa yang kita lakukan kepada mereka?
Pernahkah kita menjaga orangtua kita?
Pernahkah kita melindungi orangtua kita?
Pernahkah kita berkorban untuk orangtua kita?
Pernahkah kita meringankan beban orangtua kita?
Pernahkah kita berusaha membuat mereka tersenyum?
Pernahkah kita mengkhawatirkan meraka?
Pernahkah kita lebih memilih mereka dari pada apa yang kita sukai dan apa yang kita cintai?
Padahal kita sering menyusahkan mereka
Mereka tetap merawat kita
Padahal kita sering membuat mereka menangis
Mereka tetap menafkahi kita
Padahal kita sering membuat mereka kesal
Mereka tetap melindungi kita
Padahal kita sering mengecewakan mereka
Mereka tetap mencintai kita
Padahal kita sering menyakiti mereka
Meraka tetap menyayangi kita
Padahal kita sering marah kepada mereka
Mereka tetap mengasihi kita
Manja kita
Nakal kita
Rewel kita
Marah kita
Tangis kita
Sudah lupakah?
Pura-pura hilang ingatan kah?
Tidak pedulikah?
Sebodo amatkah?
Tidak peka-kah?
Kita anggap itu sudah kewajiban mereka
Kita kira itu sudah resiko mereka
Kita pikir itu sudah tanggung jawab mereka
Semua sudah seharusnya bagi mereka
Bagiamana dengan kewajiban kita kepada orangtua?
Bagaimana dengan resiko seorang anak yang punya orangtua?
Bagaimana dengan tanggung jawab anak kepada orangtua?
Bagaimana seharusnya anak terhadap orangtua?
Pura-pura lupakah?
Pura-pura tidak tahukah?
Pura-pura tidak ingatkah?
Pura-pura hilang ingatankah?
Hak ap akita kecewa terhadap orangtua?
Hak apa kita marah kepada orangtua?
Hak apa kita menyakiti orangtua?
Hak apa kita menelantarkan orangtua?
Hak apa kita membangkang kepada orangtua?
Hak apa kita menolak perintah orangtua?
Hak apa kita menolak disuruh orangtua?
Tidak malu kah?
Tidak sadar diri kah?
Tidak tahu diri kah?
Setelah sekian lama dijaga
Setelah sekian lama dirawat
Setelah sekian lama dinafkahi
Di satu sisi kita menyadari bahwa mereka adalah manusia
Di sisi lain kita selalu menghardik kekurangannya
Kita sendiri yang menuntut mereka harus menjadi sosok malaikat tanpa cacat yang harus sempurna dalam melayani anak-anaknya
Orangtua harus seperti ATM yang selalu siap dimintai uang kapan pun itu dan harus selalu ada
Semua orangtua harus benar dan sempurna dalam mendidik anak-anaknya
Bahkan semua keburukan dirinya saat ini dianggap sebagai kesalahan orangtuanya
Apa kita lupa bahwa kita juga manusia biasa?
Apa kita lupa bahwa kita juga akan menjadi orangtua?
Bahkan begitu banyak yang sudah merasakan menjadi orangtua tapi hatinya tetap saja tidak peka hingga tidak mampu manyadari kesusahan orangtua dalam mengurus kita
Tidak menjadikan kita semakin berbakti kepada orangtua
Kewajiban orangtua menafkahi kita hanya sampai usia 15 tahun saja
Sampai usia baligh saja
Selebihnya kita harus mandiri
Selebihnya kita adalah tanggung jawab kita sendiri
Selebihnya kita yang harus membalas mereka
Selebihnya kita yang harus merawat mereka
Selebihnya kita yang harus menjaga mereka
Selebihnya kita yang harus melindungi mereka
Kapan kita memberi sebagian besar dari penghasilan kita?
Lalu kita hidup dari sisa sisa yang ada sebagaimana mereka dulu kepada kita.
Saat kita bersama orangtua
Kita adalah darah daging mereka
Saat meraka bersama kita
Kita katakan bahwa mereka menumpang hidup kepada kita
Saat kita susah
Kita meminta bantuan kepada orangtua
Saat orangtua susah
Kita bilang bahwa kita juga sedang susah
Seluruh harta anak adalah harta orangtuanya
Malah sekarang kebalik
Harta orangtua adalah harta anak, harta anak bukanlah harta orangtua
Kedurhakaan yang teramat dahsyat
Apakah syurga akan sudi terhadap kita?
Kita lebih mencintai anak orang lain yang baru ketemu setelah kita sudah bisa segalanya dibanding kepada orangtua kita sendiri yang mengurus kita sejak kita belum bisa apa apa sampai jadi bisa segalanya
Kita lebih tega meninggalkan orangtua demi anak oranglain yang sedang kita cintai di banding meninggalkan anak oranglain yang sedang kita cintai demi orangtua kita
Kita lebih mengutamakan kebahagiaan anak oranglain yang sedang kita cintai di banding mengutamakan kebahagiaan orangtua kita sendiri
Manusia macam apa kita ini?
Adakah pintu syurga yang akan terbuka untuk kita?
Ajaklah anak oranglain yang sedang kamu cintai
Untuk mencintai orangtuamu
Untuk merawat orangtuamu
Untuk melindungi orangtuamu
Untuk memperhatikan orangtuamu
Agar Allah memelihara orangtuanya dengan segala kebaikanNya
Allah yang memerintahkan kita untuk berbakti kepada orangtua kita.
Bakti kita kepada orangtua kita bukanlah keinginan orangtua kita, bukan juga permintaan mereka.
Semua itu adalah aturan dari Allah
Bakti kita kepada orangtua jangan menunggu saat mereka membutuhkan
Bakti kita kepada orangtua jangan menunggu saat mereka sakit
Bakti kita kepada orangtua jangan menunggu saat mereka meminta kepada kita
Bakti kita kepada orangtua jangan menunggu sampai mereka menghiba kepada kita
Bakti kita kepada orangtua jangan menunggu saat kita sudah mampu
Apa yang terjadi dalam kehidupan kita
Adalah apa yang kita lakukan kepada orangtua kita
Jika baik, maka baik pulalah kehidupan kita
Jika buruk, maka buruk pulalah kehidupan kita
Apa yang terjadi dalam rumah tangga kita
Apa yang menimpa rumah tangga kita
Adalah apa yang kita lakukan kepada orangtua kita
Jika baik, maka baik pula rumah tangga kita
Jika buruk, maka buruk pula rumah tangga kita
Manusia paling buruk adalah mereka yang meninggalkan orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang menelantarkan orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang mengabaikan orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang berani melawan kepada orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang berani bertengkar dengan orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang durhaka kepada orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang memisahkan seseorang dari orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang menyuruh seseorang untuk berani membantah kepada orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang membuat seseorang berani bertengkar dengan orangtuanya
Manusia paling buruk adalah mereka yang menyuruh seseorang untuk durhaka kepada orangtuanya
Siapapun itu…
Karena tiga dosa paling besar diantara dosa besar, salah satunya adalah durhaka kepada orangtua
Sementara pintu syurga yang paling dekat adalah berbakti kepada orangtua
Allah akan tersenyum kepada orang yang telah membuat orangtuanya tersenyum
(PELANGI DI UFUK SELATAN 4; Melihat lebih dekat, menatap lebih dalam – Bagian 5; Malaikat Dirundung Pilu, oleh: Irsan Sanusi)
